RISALAH TA’ALIM

Bissmillahirohmanirrohim



 “Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (At-Taubah:105)


“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (al-An’am:153)


Sepuluh Rukun Baiat.,


Terdapat sepuluh rukun baiat yang dirisalahkan oleh Imam Hasan Al-Banna, dimana sepuluh rukun itu bukan saja ditujukan untuk jamaah Ikhwanul Muslimin, akan tetapi kalau kita telaah lebih jauh dapat diterapkan oleh umat muslim secara luas karena sifatnya yang umum. Sepuluh rukun itu adalah: fahm (pemahaman), ikhlas, amal (aktifitas), jihad, tadhiyah (pengorbanan), taat (kepatuhan), tsabat (keteguhan), tajarrud (kemurnian), ukhuwah, dan tsiqah (kepercayaan).


Dalam tulisan ini, saya hanya akan menyajikan rukun yang pertama saja dahulu. Tulisan ini saya ambil dari buku “Risalah Pergerakan Al-Ikhwan Al-Muslimin” jilid 2 terbitan Era Intermedia yang berjudul asli “Majmu’ah Risa’ilil Imam Asy-syahid Hasan Al-Banna”.


Penempatan ‘Fahm’ sebagai rukun pertama juga ternyata ada maksudnya, seperti kita beriman. Sebelum beriman, maka kita sebenarnya berilmu terlebih dahulu. Segala tindakan yang kita lakukan hendaknya disertai dengan ilmu, jika tidak, maka bisa saja yang kita lakukan itu sia-sia, seperti berbuat tanpa tujuan. Allah AWT pun menurunkan Al-Quran diawali dengan penyeruan terhadap berilmu”Iqra”.


‘Fahm’


Fahm (pemahaman) yang dimaksud adalah engkau yakin bahwa fikrah kita adalah ‘fikrah islamiyah yang bersih”. Hendaknya engkau memahami Islam, sebagaimana kami memahaminya dalam batas-batas ushul al-‘isyrin (duapuluh prinsip) yang sangat ringkas berikut ini.


Pertama, Islam adalah sistem menyeluruh yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana ia adalah akidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.


Kedua, Al-Quran yang mulia dan Sunah rasul yang suci adalah tempat kembali setiap Muslim untuk memahami hukum-hukum Islam. Ia harus memahami Al-Quran sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, tanpa takalluf (memaksakan diri memaknai suatu ayat tanpa memiliki nash pendukung yang lain, hanya mengandalkan pendapat sendiri tanpa menyandarkannya pada pengetahuan bahasa Arab) dan ta’assuf (serampangan). Selanjutnya, ia memahami Sunnah yang suci melalui  rijalul hadits (perawi hadits) yang terpercaya.


Ketiga, Iman yang tulus, ibadah yang benar, dan mujahadah (kesungguhan dalam beribadah) adalah cahaya dan kenikmatan yang ditanamkan Allah di hati hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sedangkan ilham, lintasan perasaan, ketersingkapan (rahasia alam), dan mimpi bukanlah bagian dari dalil hukum-hukum syariat. Ia dapat pula dianggap dalil asalkan tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan teks-teksnya.


Keempat, jimat, mantra, guna-guna, ramalan, perdukunan, penyingkapan perkara ghaib, dan semisalnya, adalah kemungkaran, yang harus diperangi, kecuali mantra dari ayat Al-Quran atau ada riwayat dari Rasulullah SAW.


Kelima, pendapat imam atau wakilnya tentang sesuatu yang tidak ada teks hukumnya, tentang sesuatu yang mengandung ragam interpretasi, dan tentang sesuatu yang mebawa kemaslahatan umum, dapat diamalkan sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah umum syariat.  Ia mungkin berubah seiring perubahan situasi, kondisi, dan tradisi setempat. Prinsipnya, ibadah itu diamalkan dengan kepasrahan total tanpa mempertimbangkan makna. Sedangkan dalam urusan selain ibadah (adat istiadat), harus mempertimbangkan maksud dan tujuannya.


Keenam, setiap orang boleh diambil atau ditolak kata-katanya, kecuali al-ma’shum (Rasulullah) SAW. Setiap yang datang dari kalangan salaf dan sesuai dengan Kitab dan Sunnah, kita terima. Jika tidak sesuai dengannya maka kitabullah dan Sunnah rasul-Nya lebih utama untuk diikuti. Namun demikian, kita tidak boleh melontarkan kepada orang-orang karena sesuatu yang diperselisihkan dengannya – kata-kata caci maki dan celaan. Kita serahkan saja terhadap niat mereka, dan mereka telah berlalu dengan amal-amalnya.


Ketujuh, setiap muslim yang belum mencapai kemampuan telaah dalil-dalil hukum furu’(cabang), hendaklah mengikuti pemimpin agama. Meskipun demikian, alangkah baiknyajika – bersamaan dengan sikap mengikutinya ini – ia berusaha semampunya untuk mempelajari dalil-dalilnya. Hendaknya, ia menerima setiap masukan yang disertai dengan dalil selama ia percaya dengan kapasitas orang yang memberi masukan itu. Hendaknya, ia menyempurnakan kekurangannya dalam hal ilmu pengetahuan jika ia termasuk orang yang pandai, sehingga mencapai derajat penelaah.


Kedelapan, khilaf dalam masalah fiqih furu’(cabang) hendaknya tidak menjadi faktor pemecah belah dalam agama, serta tidak menyebabkan permusuhan dan tidak juga kebencian. Setiap mujtahid mendapatkan pahalanya. Sementara itu, tidak ada larangan melakukan studi ilmiah yang jujur terhadap persoalan khilafiyahdalam naungan kasih sayang dan saling membantu karena Allah untuk menuju kepada kebenaran. Semua itu dengan tanpa melahirkan sikap egois dan fanatik.


Kesembilan, setiap masalah yang amal tidak dibangun  diatasnya - sehingga menimbulkan perbincangan yang tidak perlu – adalah kegiatan yang dilarang secara syar’i. Misalnya memperbincangkan berbagai hukum tentang masalah yang tidak benar-benar terjadi, atau memperbincangkan makna ayat-ayat Al-Quran yang kandungan maknanya tidak dipahami oleh akal pikiran, atau memperbincangkan tentang perihal perbandingan keutamaan dan perselisihan yang terjadi di antara para sahabat (padahal masing-masing dari mereka meiliki keutamaannya sebagai sahabat Nabi dan pahala niatnya). Dengan takwil (menafsirkan baik perilaku para sahabat) kita terlepasz dari persoalan.


Kesepuluh, makrifat kepada Allah dengan sikap tauhid dan penyucian (Dzat)-Nya adalah setinggi-tinggi tingkatan akidah Islam. Sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits sahih tentangnya, serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhububgan dengannya, kita cukup mengimaninya sebagaimana adanya tanpa takwil dan ta’thil, serta tidak memperuncing perbedaan yang terjadi di antara para ulama. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada, sebagaimana rasulullah SAW dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya.


“...dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami......"  (Ali-‘Imran:7)


Kesebelas, setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya, tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia, baik berupa penambahan maupun pengurangan, adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik, yang tidak justru menimbulkan bid’ah lain yang lebih parah.


Kedua belas, perbedaan pendapat dalam masalah bid’ah Iidhafiyah (bid’ah penambahan), bid’ah tarkiyah (bid’ah penolakan), dan iltizam (membuat peraturan-peraturan bagi ibadah yang bersifat mutlak) terhadap ibadah muthlaqah (yang tidajk ditetapkan, baik cara maupun waktunya) adalahperbedaan dalam masalah fiqih. Setiap orang memiliki pendapat sendiri. Namun tidaklah mengapa jika dilakukan penelitian untuk mendapatkan hakikatnya dengan dalil dan bukti-bukti.


Ketiga belas, cinta kepada orang-orang yang shaleh, memberikan penghormatan kepadanya, dan memuji karena pengaruh baiknya adalah bagian dari taqarub kepada Allah SWT. Sedangkan para wali adalah mereka yang disebut dalam firman-Nya, yaitu “…orang-orang yang beriman dan mereka itu bertakwa. Karamah pada mereka itu benar-benar terjadi jika memenuhi syarat-syarat syar’i-nya. Semua itu dengan suatu keyakinan bahwa mereka  - semoga Allah meridhai mereka – tidak memiliki mudarat dan manfaat bagi dirinya, baik ketika masih hidup maupun setelah mati, apalagi bagi orang lain.


Keempat belas, ziarah kubur – kubur siapapun – adalah Sunnah yang disyariatkan dengan cara-cara yang diajarkan Rasulullah SAW. Namun, meminta pertolongan pada penghuni kubur siapapun mereka, berdoa kepadanya, memohon pemenuhan hajat (baik dari jarak dekat maupun kejauhan), bernazar untuknya, membangun kuburnya, menutupinya dengan satir, memberikan penerangan, mengusapnya (untuk mendapatkan berkah), bersumpah dengan selain Allah, dan segala sesuatu yang serupa dengannya adalah bid’ah besar yang wajib diperangi. Selain itu, juga janganlah mencari takwil (pembenaran) terhadap berbagai perilaku itu, demi menutup pintu fitnah yang lebih parah lagi.


Kelima belas, doa. Apabila diiringi tawasul kepada Allah dengan salah satu makhluk-Nya adalah salah satu perselisihan furu’ menyangkut tata cara berdoa, bukan termasuk masalah akidah.


Keenam belas, istilah (keliru) yang sudah mentradisi (seperti riba Bank) tidak mengubah hakikat hukum syar’i-nya. Akan tetapi, ia harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan syariat itu, dan kita berpedoman dengannya. Di samping itu, kita harus berhati-hati terhadap berbagai istilah yang menipu (misalnya prinsip Islam sangat peduli dhuafa, sering dijadikan hujah bagi orang yang ingin mengatakan bahwa sosialisme itu juga Islami), yang sering digunakan dalam pembahasan masalah dunia dan agama. Ibrah  itu ada pada esensi di balik suatu nama; bukan pada nama itu sendiri.


Ketujuh belas, akidah adalah fondasi aktivitas; aktivitas hati lebih penting dari aktivitas fisik. Namun, usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat, meskipun kadar tuntutan masing-masing berbeda.


Kedelapan belas, Islam itu membebaskan akal pikiran, menghimbaunya untuk melakukan telaah terhadap alam, mengangkat derajat ilmu dan ulamanya sekaligus, dan menyambut hadirnya segala sesuatu yang melahirkan maslahat dan manfaat.  Hikmah adlah barang hilang milik orang yang beriman (mukmin). Barangsiapa mendapatkannya, ialah orang yang paling berhak atasnya.


Kesembilan belas, panduan syar’i dan pandangan logika memiliki wilayahnya masing-masing yang tidak dapat saling memasuki secara sempurna. Namun demikian, keduanya tidak pernah berbeda (selalu beririsan) dalam masalah yang qath’i (absolut). Hakikah ilmiah yang benar tidak mungkin bertentangan dengan kaidah-kaidah syariat yang tsabitah (jelas). Sesuatu yang zhanni (interpretatif) harus ditafsirkan agar sesuai dengan yang qath’i. jika yang berhadapan adalah dua hal yang sama-sama zhanni maka pandangan yang syar’i  lebih utama untuk diikuti sampai logika mendapatkan legalitas kebenarannya, atau gugur sama sekali.


Keduapuluh, kita tidak mengafirkan seorang Muslim yang telah mengikrarkan dua kalimah syahadat, mengamalkan kandungannya, dan menunaikan kewajiban-kewajibannya, baik karena lontaran pendapat maupun kemaksiatannya, kecuali dia mengatakan kata-kata kufur, mengingkari sesuatu yang telah diakui sebagai bagian penting dari agama, mendustakan secara terang-terangan Al-Quran, menafsirkannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab, atau berbuat sesuatu yang tidak mungkin diinterpretasikan, kecuali dengan tindakan kufur.


Apabila seorang muslim memahami ajaran Agamanya dengan batasan kaidah-kaidah di atas, berarti ia telah mengetahui makna syiarnya:”Al-Quran adalah dusturi kami dan rasul adalah  qudwah kami.”


Allahu akbar...!!!


Di sadur dari: - “Majmu’ah Risa’ilil Imam Asy-syahid Hasan Al-Banna” -





 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Posted in Islami. 10 Comment »


Install Cinta dan Kasih

by :  fathonah maysyaroh gifasta_lin@ yahoo.com


 


 


Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?


 


Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?


 


CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?


 


P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?


 


CS: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?


 


P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?


 


CS: Program apa saja yang sedang aktif?


 


P: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.


 


CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI. EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?


 


P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?


 


CS: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.


 


P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?


 


CS: Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?


 


P: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?


 


CS: Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.


 


P: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?


 


CS: Apa pesannya?


 


P: ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". apa artinya?


 


CS: Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-"CINTA-KASIH" -i mesin anda sendiri sebelum men-"CINTA-KASIH" -i orang lain.


 


P: Lalu apa yang harus saya lakukan?


 


CS: Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut "PASRAH"?


 


P: Ya, sudah.


 


CS: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori "MYHEART" MEMAAFKAN-DIRI- SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGA N.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.


 


P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?


 


CS: Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi CINTA-KASIH telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.


 


P: Apa?


 


CS: CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.


 Dari Postingan Seorang Sahabat di Sebuah Milis

Posted in Islami. 3 Comment »

Oleh-oleh dari Iran....

Assalammu’alaikum,



Saat ini, di tempat Saya bekerja sedang mengerjakan beberapa project oil and gas (-dikit narsis). Salah satunya adalah project Risk Based Inspection (RBI) untuk Iranian Offshore Oil Company (IOOC). Untuk project ini perusahaan tempat saya bekerja, bekerjasama dengan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang inspeksi, Falat Pejvak Co dari Iran. Suatu saat, sesuai permintaan dari Iran salah satu teman kami diberangkatkan kesana untuk waktu kira-kira lebih dari 2 minggu sebagai Engineer yang akan men-supervised orang Iran untuk mengumpulkan data.



Sekembalinya dari Iran, berceritalah beliau tentang kejadian-kejadian yang membuat kikuk disana. Salah satunya adalah ketika sedang rapat dengan orang-orang dari Iran sana beliau minta ijin untuk shalat Dzuhur, sebut saja rekan saya itu namanya Jom.



Jom : " Excuseme Sir, can I leave this meeting for praying?"



(terdengar ketawa dari orang-orang yang hadir di ruang rapat itu)



Iran-man (not Iron-man) : "what!!!? We won’t stop this meeting until finish. And we will pray later."



Jom : (bengong)..????????

(dalam hati: "loh, ini kan waktu duhur hampir habis? kenapa orang disini ga pada sholat?)



Selidik punya selidik setelah meeting selesai dan tiba waktu Ashar, mereka rame-rame bareng menuju masjid untuk Sholat. Dan ternyata sholat yang mereka lakukan adalah sholat jama’ Duhur disambung ama Ahar.



Setelah tahu hal itu, rekan saya Jom jd terbiasa dengan mereka. Akan tetapi beliau tetap saja tidak terbiasa dengan keadaan seperti itu, sehingga setiap datang waktu duhur dan gak lagi meeting selalu berusaha untuk sholat duhur pada waktunya.



Tanpa sadar kebiasaannya untuk sholat duhur tepat waktu, menjadikannya perhatian orang-orang sekitar masjid ketika beliau keluar selesai dari sholat. Tidak jarang dari mereka yang memberi senyum, salam, dan berjabat tangan. Bahkan, dalam pikiran mereka (orang-orang Iran);"Wah, sholeh banget orang ini! Sholat Duhurnya ga pernah ketinggalan, selalu tepat waktu." --- Ini anggapan dari Mr. Jom, tapi mungkin saja itu emang benar ada dalam pikiran mereka (Orang Iran), karena baik Jom maupun orang Iran yg ada disitu sama-sama gak ngerti bahasa masing-masing, alias orang Iran-nya ga bisa bhs Inggris, cuman orang Top Levelnya aja yg bisa.



Satu pengalaman lagi yang bikin kikuk. Ketika hari Jumat, Jom hendak berangkat sholat Jumat ke masjid karena waktu sudah memasuki waktu duhur. Itulah ke-kikuk-an Jom yang kedua. Ternyata ketika sampai masjid, hanya sedikit oang saja yang ada di dalamnya. Menunggu lama, tidak ada khutbah ataupun sederetan rukun yg biasa dilakukan ketika sholat jumat di Indonesia. Ternyata, disana tidak ada Sholat Jumat berjamaah yang biasa kita lakukan di Indonesia. Sholatnya ya bisa sendiri (munfarid) gitu katanya.



Satu pelajaran yang aku petik, berbeda daerah saja bisa beda untuk satu tata cara sholat jumat yang masih satu provinsi atau kabupaten, apalagi ini beda negara. Yang mungkin juga beda Mahzab, dan lainnya, yang jelas masih satu Agama, satu Tuhan, serta satu Rasulullah SAW. Itu juga yang harus di hormati. Terkadang hal itu yang sering menjadi perselisihan di Indonesia. Mudah2an umat Islam di Indonesia makin dewasa dan makin cerdas, sehingga umat ini bisa maju.



Ishadu bianna muslimuun...



Saksikanlah, bahwa aku adalah seorang Muslim... dimanapun kita...dan dari manapunkita...



Wallahu a’lambishowab...



wassalam,


Posted in Islami. 6 Comment »

[CARHAT]: BERJUTA UNGKAPAN RASA CINTA

 Kata Ibnul Qayyim Al Jauziyyah :  

"Siapa yang tidak mau mencicipi manisnya cinta, tidak akan bisa menikmati kehidupan."


Untuk memahami kehidupan kata Jalaluddin Rumi,
“Keluarlah dari lingkaran waktu masuklah dalam lingkaran cinta





Tak dapat dipungkiri begitu banyak arti cinta dalam hidup ini... Sampai-sampai Einstein pun berkata, Betapa kuyakin tuhan tidak sedang bermain dadu.”





 


 


Pernah Rabiyah al adhawiyah di akhir sholat malamnya sambil terisak berdoa,
“Ya Allah kumohon cintaMu, dan cinta orang-orang yang mencintaiMu, jangan biarkan aku jauh dari CintaMu...”





 


 


 


Oh.. Cintaa berjuta makna, sangat indah di rasa...Begitupun diungkapkan.


 


 


Begitu Indah ungkapan Rasulullah SAW pada Khadijah,
"Cinta itu dikaruniakan Allah padaku."" Siapa lagi yang bisa menggantikan Khadijah-ku?"





 


 


Ikal pada A ling,
"Cinta pertamaku pada A Ling menimbulkan perasaan seperti aku baru pandai naik sepeda. Ia seperti kembang api, seperti pasar malam, seperti lebaran. Cintanya mengajakku menulis puisi. Cintanya adalah sastra."





Lain hal pada Katya, Ikal mendeskripsikan,
"Cinta pada Katya adalah chemistry. Cintanya memancing caudate nucleus dari sudut-sudut gelap otak, menyalakan dopamin pengundang resiko-resiko moral, dan memantik simpul-simpul saraf yang mengobarkan ide-ide platonik."





 


 


Juliet pada Romeo, (sambil memandang rangkaian bunganya)
"Kau bunga yang memilukan pandangan handai taulan yang hadir, dan cintaku pada Romeo lebih dari bunga yang menawan hati ini. Dan kukatakan bahwa keindahan bunga hanya bisa bertahan 24 jam, esok harinya kau akan layu dan ku campakkan ke laut. Namun cintaku pada kekasihku, Romeo, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan , dari tahun ke tahun dan seterusnya, bahkan sampai pada akhir hayatku , cintaku padanya semakin menggebu-gebu."





 


 


 


Super Heropun tak ketinggalan mereka punya cara mengungkapkan cintanya,


Tony Stark [IRON MAN] pada Beeney, (Saat meminta memasangkan reaktor energi mini ketubuhnya)
“Aku tidak punya siapa-siapa lagi didunia ini selain dirimu.”




Peter Paker [Spiderman] pada Marie Jane,
“Aku sangat mencintaimu Marie, sangat berbahaya bila kau dekat denganku”








Clark Kent pada Lois Lane, (Saat Clark kehilangan kekuatannya pertama kali)
“Aku mencintaimu sepenuh hatiku, saat pertama kita bertemu Lane.”








Napoleon pada istrinya, (ketika diasingkan di P Helena)
"Aku telah jauh darimu dan hidupku merana. Dan perjuanganku sampai menguasai Afrika Utara dan Eropa sebagian besar atas dukungan semangat istriku."








Aisha pada Fahri, (dalam bentuk puisi karya Paul Eluard)
"Agar dapat melukiskan hasratku, kekasih..Taruh bibirmu seperti bintang di langit kata-katamu, Ciuman dalam malam yang hidup, dan deras lenganmu memeluk daku. Seperti suatu nyala bertanda kemenangan. mimpiku pun berada dalam benderang dan abadi."


Fahri pun membalasnya mesra....
"alangkah manis bidadariku ini. Bukan main elok pesonanya, matanya berbinar-binar alangkah indahnya, bibirnya...mawar merekah di taman surga.”





 


 


Anna Althafunnisa pada Abdullah Khairul Azzam.
“Kaulah kekasihku, bukalah cadarku, sentuh suteraku, renggut mahkotaku, nikmati jamuanku, jangan khianatiaku!”


Azzam menjawab dengan suara bergetar.


“Akan kurenggut mahkotamu dengan cintaku, Dan kunikmati jamuanmu dengan cintaku, Tak mungkin aku mengkhianatimu karena aku cinta padammu.”





 


 


Zulaikha terhadap Yusuf as,
"Inilah orang yang kulihat sebagai suamiku dalam mimpiku dulu sewaktu aku masih gadis."





 






 


Aah, Begitu indah ungkapan cinta, bagai musim semi dihati ini..


 



 



Posted in Islami. 2 Comment »