Islam ala ’Cafetaria’

Ada cerita tentang seorang anak laki-laki, kedua orang tua anak itu selalu mengajarkan kepadanya, bahwa tidak perlu dia memperdalam dan berprestasi dalam agama. Untuk kegiatan beragama, cukuplah dengan sekedar mengikuti atau meniru dari orang secara biasa saja, toh lama-lama juga nanti tau dan bisa. Jadi, belajar agama dengan sungguh-sungguh dianggapnya kurang perlu. Untuk kegiatan ibadah, keduanya mengajarkan, cukuplah yg wajib2nya saja seperti sholat 5 waktu dan shaum ramadhan, yang lain apalagi perkara sunnah, tidak perlulah dipaksakan untuk menjalankannya. Intinya, bekal agama (ibadah) itu asal cukup saja untuk memenuhi ’KEBUTUHAN’ sebagai kewajiban makhluk, bukan merupakan ’KEINGINAN’ dari makhluk terhadap Rabb-nya.



Akan tetapi, untuk urusan pendidikan umum(dunia) kedua orang tua itu sangat menekankan kepada anaknya untuk mencari dan belajar dengan sungguh-sungguh, serta harus mencapai prestasi yang memuaskan. Tidak heran, oleh karenanya sang anak selalu saja menjadi yang terdepan dan berprestasi mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan ketika masuk di perguruan tinggi (Teknik Elektro) yang ada lambang gajah duduknya, sering dikirim mengikuti perlombaan dan juara, serta lulus dengan predikat cum laude. Setelah luluspun, dia diterima bekerja dengan mudah di Telkom Bandung.



Suatu saat, ketika sedang berada di sebuah masjid, sang anak yang sudah menjadi seorang pemuda dewasa ditanyai oleh seseorang. Orang ini sering memperhatikan pemuda tersebut, setiap ia membawakan khutbah jumat di masjid itu dan juga peng-khutbah lain, sering ia mendapati pemuda tersebut terisak-isak. sehingga pada suatu kesempatan, ia langsung bertanya kepada sang pemuda karena iapun sangat kenal terhadap sosok tersebut. Semenjak kuliah, sampai bekerja sekarang pemuda ini tinggal mengontrak di rumah miliknya.



"Wahai anak muda, aku perhatikan setiap kau mendengarkan khutbah jumat di masjid ini, sering kudapati kau meangis terisak-isak. Apa yang menyebabkan hal yang demikian?", Tanya sang Imam masjid.



Pemuda itupun menjawab; "Sungguh aku sangat menyesal karena selama ini telah menyia-nyiakan banyak waktu yang aku miliki. Aku tidak pernah belajar agama dengan benar dan sungguh-sungguh. Aku lebih mengutamakan belajar ilmu yang bersifat duniawi. Ingin rasanya saya berdiri di depan, di atas mimbar untuk berbagi ilmu. Namun, membaca Al-quran saja aku tidak pernah, bahkan tidak bisa. Rasanya ilmu yang saya punya hanya sia-sia. Sungguh saya akan sangat bangga jika bisa berbagi ilmu agama seperti Bapak."



Hidup berislam laksana di ’Cafetaria’. Semua manusia bebas memilih serta menentukan tujuan hidupnya, sesuai kehendak hatinya. Akan tetapi kita mungkin perlu menyimak sebuah hadits (mohon koreksi kalo salah redaksinya) kira-kira sebagai berikut;



Suatu ketika Rasulullah SAW didatangi oleh malaikat Jibril, kemudian Ia mengajukan beberapa pernyataan kepada Muhammad:



"Hai Muhammad, silahkan kamu berbuat sekehendak hatimu. Namun kamu harus ingat akan datang kematian kepadamu".,



Kemudian Jibril berkata lagi:

"Hai Muhammad, Ssilahkan kamu mencintai dengan sebesae-besarnya cinta (dunia). Namun kamu harus ingat, dia ada batasnya di dunia".,



Lalu Jibril berkata lagi:

"Hai Muhammad, silakan kamu berbuat sekehendak hatimu. Namun kamu harus ingat, Allah akan membalasnya nanti".





Umat muslim yang hidupnya ala di ’cafetaria’ mungkin mesti mengingat hadits tersebut. Rambu-rambu yang sering terlupakan, hingga kebebasannya berlebihan. Na’udzubillah...



Lalu apakah sebenarnya tujuan hidup manusia di dunia? Tidaklah lain hanya ’KEMATIAN’.



Wallahu a’lam bishowab-



*Just sharing aja, moga saja bermanfaat dan yang penting bisa bikin "FULL" ibadah qita di bulan Justify Fullramadhan ini...



- Ditulis kembali dari khutbah Jum’at masjid Al-Muntsyir-Bandung, 14 Ramadhan 1430 H -

Posted in Cerita. 0 Comment »


Investasi Berharga Seorang Ayah (oleh-oleh kuliah subuh Ramadhan hari pertama)

Dua orang kakak-beradik (kakaknya berumur 10 tahun, sedangkan adiknya 7 tahun) saat hari pertama Ramadhan berjalan ke sebuah pemakaman dengan digenggam erat oleh tangan ibunya. Seharusnya sesaat sebelum fajar datang, mereka bersama-sama dengan sang ayah melakukan sahur bersama. Namun Allah berkehendak lain, tepat sebelum subuh sang ayah sudah keburu dipanggil oleh Dzat pemilik hidup (Allah SWT). Seharusnya awal Ramadhan adalah waktu yang sangat indah dan berharga bagi sebuah keluarga kecil.



Mereka mengiringi jasad sang ayah dengan pikiran entah mengerti atau tidak dengan apa yang terjadi. Mereka hanya menjawab dengan senyum yang sangat polos (khas anak-anak) ketika sanak saudara dan tetangga memberi semangat. Mereka hanya mengetahui bahwa sang ayah telah dijemput oleh Allah, karena Allah sayang  ayah mereka, itu kata sang ibu ketika mereka bertanya. Sang ibu berusaha tegar sembari membesarkan hati anaknya.



Setelah proses pemakaman selesai, tanpa disuruh sang ibu, kedua kakak beradik ini langsung berdoa di atas pusara ayah mereka. Doa yang sangat sederhana, doa umum yang sering dibaca oleh anak-anak; An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, serta doa untuk dua orang tua; "Rabbiqhfirlii waliwalidaiya warhamhumaa kamaa rabbayanii saghiraa", sang kakak memimpin doa. Ketika sang ibu menyaksikan apa yang dilakukan oleh kedua anaknya, beliau menjadi sangat terharu dan berkaca-kaca seraya bersyukur kepada Allah karena ia dan sang ayah telah telah merasa memberikan jalan serta pendidikan yang benar terhadap kedua anaknya, sesuai kapasitas mereka sebagai seorang anak kecil.



Sungguh investasi yang sangat berharga, meski sang ayah hanya bertemu 7 tahun, serta 10 tahun dengan anak tertuanya. Namun, ia akan tersenyum disana dengan rasa bangga. Sungguh beruntung menjadi orangtua dua anak kecil itu.



-suatu pagi, awal ramadhan 1430H-


 

Posted in Cerita. 0 Comment »

Korban Nyeri Demam BlackBarry

Kisah lucu dengan logat campuran bahasa khas betawi: Ahad, Ba’da Zhuhur, Dudung pulang latihan beladiri di Al Azhar Kebayoran Baru, di halte bertemu mahasiswi bergaya dengan HP Blackberry, Dudung iri ingin memilikinya, minta uang pada abang dan emak, akhirnya ngutang sana sini dan cuma mampu beli HP gprs, lalu apa yg terjadi?


"persahabatan bagai kepompong" suara musik terdengar dari tas Ransel anak mahasiswi di Halte Masjid Al Azhar, dengan sigap si Jilbab Putih itu, dengan Celana Panjang modis langsung mengeluarkan HP lebar berwarna hitam dengan banyak tombol model QWERTY seperti mesin ketik. Dengan sedikit bergaya, dia menempelkan si Hitam itu ke Telinganya yang tertutup Jilbab putih bersih.


"Assalamu’alaykum, Ita... aku masih di Halte nih, Patas 143 lama banget, kamu belum pulang kan?, cepetan antar pulang aku ya, tapi jangan ngebut loh"


Tak Jauh dari si Jilbab, duduk dua orang gadis mahasiswi sedang tertawa cekakak cekikik membicarakan Friendster (FS) dan Facebook (FB) dan Multiply (MP), jempol mereka menari-nari nge-net lewat HP GPRS nya masing masing.


Si Dudung yang berdiri di dekat mereka jadi ingin sekali berteriak pada mereka "woiii… norak lu pade, Gue mah sudah dari tahun kemarin main FB, padahal kan FB itu mencontek dan sangat mirip FS, FB begitu aja lu iklan-in

Kalau MP emang top banget dah, tapi sudahlah Gue lagi malas nambah musuh, lagi pula Gue belum mampu beli HP GPRS apalagi HP model Blekberri, nanti Gue dibilang sirik tanda tak mampu”. Kata Hati si Dudung


Tapi, Dudung yang biasanya bakal menambah musuh, kalau bertemu orang yang ngerokok atau pacaran mesra pegangan cium-cium di tempat umum, apalagi di Angkot duduk sambil pegang-pegang. Dudung biasanya reflek ngomong "woi elu belon nikah kan?, duduknya yang sopan loh", sepasang cewek cowok putih abu-abu kaget, langsung duduknya agak memisah diri karena kaget dibentak Dudung.


Pernah suatu hari Dudung melabrak perokok di Angkot 03, "woi lokomotif... Asepnye nih, elu nggak liat ape tuh ibu ibu nutup hidung", Dudung membentak tuh cowok begenk bin kurus kerempeng mirip tiang listrik karena kebanyakan merokok.


Begitulah Dudung, nama di KTPnya sih Sugiyanto, entah kenapa emak memanggilnya Dudung, hobi Dudung nongkrong di Warnet si Heri temen Dudung juga, biar bisa gratis Nge-net main FS, FB dan Multiply di Komputer Kasirnya, lumayan… Dudung bisa dapat banyak Ilmu dan teman baru. Siapa tahu bisa dapat Jodoh dan dapat duit dari bisnis Online. Bisnis Dudung serabutan termasuk Kalau ada pelanggan warnet yang bawa Mobil Dudung yang jadi Tukang Parkirnya.


Gara-gara tadi melihat si Jilbab di Halte Mesjid Al Azhar, Dudung jadi sering membayangkan punya HP Blekberri atau Minimal HP GPRS biar bisa Internet di mana saja Dia suka.


Wesss.... Angin kencang menerpa rambut akibat bis patas lewat, sayang yang lewat adalah Bis jurusan Ciputat, sudah 30 menit Dudung nunggu bis jurusan Grogol Depok patas 143 yang ditunggu mahasiswi blekberri tadi yang sudah diantar sama temannya si Ita pake motor Miyo.


"Mudah-mudahan mereka orang Depok Juga, biar bisa Gue apelin dan dijadiin bini. busyet...dah… Gue kan baru kelas 3 SMU sudah mikirin kawin, naksir mahasiswi lagi, yang tajir lagi, cantik lagi, pake Jilbab lagi, pake HP Blekberi lagi" Begitu kata hati dan Khayalan Si Dudung.


Zzzeet Cessss, terdengar suara rem angin Bis Patas 143 yang berhenti, Dudung bergegas loncat naik, berebut bangku kosong yang sempit beradu dengkul di bagian Tengah. Dudung mendapat Kursi di bagian kanan dekat jendela. Di perjalanan menuju Depok, ketika melewati Blok M, Dudung melihat iklan Bioskop “perempuan Berkalung Sorban, wah film apaan lagi nih?, kayaknya nih latah demam film religi, tapi gue sih nggak doyan nonton Bioskop walaupun film religi, apalagi nggak jelas siapa yang membuat alias produsernya, lagipula di Bioskop banyak orang pacaran dan kadang kadang iklan thrillernya menampilkan film romantis atau mengumbar aurat.


***


Sesampainya di rumah, Si Dudung masih membayangkan para mahasiswi cantik ber-hape di halte, namun yang ia sangat bayangkan HP blekberrinya atau minimal HP yang bisa internet.


"Bang, beliin gue HP blekberri dong, kau adalah abangku satu-satunya dan paling ganteng sedunia" kata Dudung sok puitis merayu.


Bang Kampleng yang sedang utak atik busi motor Honda bututnya, menengok ke arah Dudung sambil nyengir kecut. "buat apaan sih hape stroberri, elu kan sudah punya hape esiasia, abang lagi bokek banget nih" kata kampleng.


"hape strawberri……… palalu peang, masa abang nggak tahu, itu hape yang bisa seperti mesin ketik dan bisa internet" kata Dudung


"mendingan abang beliin es krim blackberry aja dung, hape kayak gitu muahalll banget, lu kan tau, abang aja cuma pake esiasia"


"tapi bang, gue pengen internetan dari hape aja biar bisa online kontak n googling kapan aja di mana aja" kata Dudung


"kalau cuma begitu sih, beli hape GPRS saja, ngapain blekberri segala, sono gih minta sama emak" kata Kampleng


Dudung bergegas ke Dapur, bertemu emak yang sedang mengaduk adonan terigu

"mak... Bagi duit dong buat beli Hape blekberri"


"apaan sih Dung, emak nggak ngerti, elu kan sudah punya hape"


"ini hape nyang bisa internet mak, emak kan baru dapet arisan"


"duit arisan emak sudah dipake buat belanja dapur sama modal dagang combro, Dung, lagian elu tau aje emak habis dapet arisan, dari abanglu kampleng ye?"


"hehe nebak aje mak… feeling, tapi hare gene masih dagang combro? “ sahut Dudung sambil nyengir


"eh dung, lu jangan kurang ajar ye, beraninye menghina kerjaan emak dagang combro, biar combro tapi bisa jadi peluang pintu rejeki juga buat elu.

masa lu nggak tau, orang yang jualan air putih mineral aja bisa mendukung penyerangan palestina, "


"masa sih ’mak?"


"lha elu, bisa aja kan? air mineral punya Indonesia lalu dibeli sama perusahaan yang dimodalin orang Yahudi zionis. "


"bujug, emak tau dari mane? Mata dudung Melotot


"emak gini-gini suka dengerin radio sambil masak atawe baca koran bekas bungkus sayur"


"iye deh emak hebat, maaf ye ’mak, ane ngeremehin pekerjaan emak, tapi jadi nggak nih beliin hape bb?"


"nggak ada, cerewet lu" bentak si emak.


esoknya,


Perjuangan Dudung berlanjut, saat main ke warnet, Dudung mencari info Hape GPRS di google, klak-klik harga, model, spesifikasi, bahkan warnanya.


"weit, ada nih harga dibawah 1 juta, bisa kredit, tanpa DP, cicilannya juga terjangkau, esh ngutang sama si Heri aja ah, Ri minjem duit dong barang 500 ribu”


“Buat apaan sih” kata si Heri.


“buat ini DP cicilan HP”


“Sory Dung, ngggak bisa”


“yaah…, pelit lu ri”


Dudung berfikir dalam bagai mana cara punya hape dan akhirnya mendapat ide: “gue pake aja duit beasiswa yang kemaren belum gue bayar"


***


Pagi-pagi si Dudung sudah nongkrong nunggu toko hape resmi buka. Sreeet… Rollong Door Toko bergulung ke atas, begitu tokonya buka Dudung langsung gesit menemui sales dan Setelah urusan adminnya+uangnya beres, Dudung bernyanyi nyanyi membawa hape baru, langsung kirim sms setting GPRS.


Wajah Dudung yang tadinya mendung dan gerah, menjadi terang dan cerah. Dengan senyum cemerlang sidedent (pasta gigi terkenal, pen).


Posted in Cerita. 6 Comment »